Apakah Daud benar berkenan di hati TUHAN?

Jadi inti 1 Samuel 13:14 adalah bahwa …

Kita sering mendengar Alkitab berkata, Raja Daud adalah “seorang berkenan di hati TUHAN” dan bahwa terlepas dari kegagalan moral yang serius (perzinahan dan pembunuhan Uria, suami bethsyeba), setelah setiap tindakan kejahatan yang dilakukannya tetap hatinya “Di tempat yang benar” dan ini entah bagaimana mengkompensasi kesalahan utamanya.

Tetapi apakah itu benar? Apakah Bible benar-benar mengatakan bahwa Daud adalah “seorang yang berkenan di hati Tuhan?”

Teks yang dikutip untuk mendukung klaim ini adalah kata-kata Samuel kepada Raja Saul dalam 1 Samuel 13:14

14)Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

Kisah itu berlanjut untuk memberi tahu kita bahwa Daud adalah orang yang dipilih untuk menggantikan Saul sebagai Raja Israel, jadi adalah sangat wajar untuk membaca ini dan mengartikannya bahwa Daud sebagai “seorang yang telah memenangkan hati TUHAN “.

Tetapi bahasa Ibrani tidak harus dibaca dengan cara yang sama seperti bahasa Inggris:

bahasa ibraninya saya dapat dari blog ini
בִּקֵּשׁ יְהוָה לֹו אִישׁ כִּלְבָבֹו

Kata כִּלְבָבֹו tepatnya diterjemahkan sebagai
“sesuai dengan hatinya sendiri” — (Eng: according to his own heart)

sehingga kalimat itu kemudian berbunyi

“TUHAN telah mencari seorang manusia sesuai dengan hatiNya sendiri” (Eng: the LORD has sought a man according to his own heart)

(awalan כ artinya, atau sesuai dengan– Eng: According to) dan ungkapan yang serupa muncul dalam 2 Samuel 7:21 di mana כְלִבְּךָ diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai “sesuai dengan hatimu sendiri” (Eng: according to your own heart) ,

para penerjemah di sana menerjemahkan dengan benar כ sebagai “sesuai dengan”.(Eng: “according to” [1]


[1] — Ref: The ‘virtually unanimous trend in recent scholarship … understands the phrase “after [Yhwh’s] own heart” in 1 Sam 13:14 as a statement about Yhwh’s choice rather than David’s character’. (Benjamin J. M. Johnson, “The Heart of Yhwh’s Chosen One in 1 Samuel” Journal of Biblical Literature Volume 131, Number 3, 2012).

Dalam bahasa Ibrani “hati” (heart) adalah apa yang kita sebut “pikiran” (mind) – pusat pemikiran dan kecerdasan. Dengan kata lain “menurut hatimu” (Eng: according to your heart) berarti “menurut pikiranmu, atau kehendak” dan “menurut hati Tuhan sendiri” berarti Tuhan telah mencari seseorang sesuai dengan pikiran-Nya, atau seseorang yang dipilih dengan pilihan bebasNya sendiri.

Menariknya, ungkapan yang sama muncul dalam Prasasti Nebukadnezar di mana raja menyebut dirinya sebagai “Aku putra sulungnya, yang dipilih hatinya” (kolom 5, baris 21, 22).

Jadi inti 1 Samuel 13:14 adalah bahwa pengganti Saul adalah seorang pria yang dipilih oleh TUHAN, dengan pilihan bebas TUHAN sendiri, dan tidak mengatakan apa pun tentang karakter moral atau “hati” orang yang dipilihnya.


Jadi selama ini mungkin anda yang terbiasa melihat cara TUHAN mengasihi anda dengan cara meniru moral Daud, anda perlu berpikir kembali. Kita terbiasa melihat seseorang dengan passion menyenangkan hati TUHAN (tidak salah dengan hal ini) tapi persepsi kita perlu kita lihat kembali dari perspektifnya TUHAN. Jadi ini bukan masalah hati kita, tapi ini tentang hati TUHAN. TUHAN memilih kita atas Kasih Karunia semata.


Mungkin tulisan ini bisa memicu sedikit pertanyaan. Apakah benar TUHAN mencari hati yang suci tanpa cela? Ataukah Ia justru mencari siapa saja yang Ia suka untuk diberikan hak pilihNya. Kalau benar demikian bahwa TUHAN yang pilih kita maka saya secara pribadi lebih dapat berkata : Semua karena Kasih Karunia. Daud tidak memenuhi syarat, saya dan anda juga tidak memenuhi syarat, tapi karena IA mengasihi kita, maka kita dipilihNya.

Daud adalah gambaran kita sebagai manusia yang tak stabil, yang tak bisa konsisten jaga kekudusan, yang tak bisa sempurna menyenangkan hati Bapa tapi TUHAN tahu itu semua sehingga Ia memberikan Yesus supaya kita tak stabil dan berdosa ini dibuatNya menjadi sempurna di mataNya.

Daud tetap ada di hatiNya. Entah seberapa banyak kelebihan Daud, Ia tak bisa capai standar TUHAN. Daud semata-mata dipilih karena Kasih Karunia.


Dari study ini saya belajar bahwa ada space di hati TUHAN untuk kita. Karena Ia yang telah menetapkan bahwa akan selalu ada space di hatiNya untuk kita. Saya punya anak, dan cinta saya sama anak saya gak bisa saya bunuh, gak bisa saya matikan, dan saya gak tahu kenapa. Sama seperti Kasih Bapa, Ia tak bisa berhenti mencintaimu. Ia tak bisa stop CintaNya. Itulah kenapa Dia memilih Daud, Ia memilih kita. Daud itu kita, kita dipilih, diampuni dan dikasihiNya karena semata-mata Kasih Karunia-Nya.
Capek dengan rutinitas agamawi? Mungkin sudah saatnya anda berpikir untuk menerima kasih karunia. (papaces)

Referensi:
stephencook-blog, Mikra-biblical Studies

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.